Karyawan RIM Mabuk-mabukan Di Pesawat Terbang


Dua karyawan Research in Motion (RIM), vendor asal Kanada yang memproduksi BlackBerry, bikin ulah kala menggunakan jasa pesawat terbang komersil. Mereka minum-minum sampai teler sehingga memaksa pesawat mendarat darurat.

Kedua karyawan teridentifikasi berasal dari Kanada, bernama George Campbell dan Paul Alexander. Tingkah mereka membuat pengadilan menjatuhkan denda sekitar USD 71 ribu. Keduanya juga terkena saksi dari RIM.

George dan Paul naik pesawat Air Canada dalam penerbangan dari Toronto menuju Beijing. Pesawat terpaksa mendarat darurat di Vancouver untuk menurunkan kedua karyawan RIM itu, karena mereka mabuk dan tidak bisa dikendalikan.

Keduanya tidak mau menuruti arahan dari awak kabin dan perlu dipaksa keras agar tetap duduk di tempatnya. Setelah mendarat darurat, penerbangan tertunda sampai sekitar 18 jam yang membuat pihak maskapai merugi.

RIM sendiri mengakui dua karyawannya terlibat masalah tersebut. Mereka menskors keduanya untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Namun RIM menolak menyebut jabatan mereka di perusahaan.

"Berdasarkan informasi terbatas yang tersedia pada saat ini, RIM telah menskorsing individu yang terlibat untuk investigasi lebih lanjut," ucap juru bicara RIM.

Sebagian penumpang menyalahkan maskapai karena mengizinkan penumpang mabuk ke pesawat atau malah memberi mereka terlalu banyak minuman beralkohol. Menariknya, banyak dari mereka mengabarkan kejadian tersebut melalui BlackBerry, gadget andalan RIM.


sumber: detikinet
SHARE

About blogtronyok

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar