Corradino D'Ascanio Sang Desainer Vespa


Bentuk unik Vespa dengan roda kecil dan tubuh depan lebih lebar layaknya sebuah tameng pelindung, memang telah menjadi ciri khas motor asal pabrikkan Italia yang satu ini.

Namun tahukah anda bahwa desainer pertama kali Vespa adalah seorang insinyur penerbangan yang tengah mengalami frustasi dalam mendesain sebuah pesawat helicopter ditahun 1930'an bernama Corradino D'Ascanio.




Sedikit sekali orang mengenal Corradino D'Ascanio setelah mengalami frustasi dalam pembuatan helicopter, insiyur penerbangan ini pun beralih untuk menciptakan kendaraan roda dua Vespa Piaggio, dan roda tiga yang dahulu disebut the Ape atau bee.

"Corradino D'Ascanio adalah Manusia jenius, seorang Magician atau penyihir, dan seorang legenda," inilah kata yang terdapat pada museum tersebut, lengkap dengan meja gambar miliknya di di kota Popoli, di wilayah Abruzzo, sebelum pindah ke Pontedera.

D'Ascanio adalah seorang insinyur penerbangan yang mengaku telah menciptakan sebuah helikopter terbang di awal tahun 1930. Tapi setelah perusahaan pesawat terbang Italia, Mussolini terjatuh. Saat itulah D'Ascanio bersama perusahaan yang saat itu masih perusahaan kecil Piaggio, memiliki sebuah ide manufaktur untuk pembuatan skuter murah.

Usaha pertama Piaggio dijuluki Paperino, yang berarti Donal Bebek. Namun D'Ascanio dengan desain radikal namun halus, seperti pada sisi sebelah kanan roda identik dalam cara gear pesawat landing dan menerapkan gaya monocoque konstruksi pesawat untuk meringankan tubuh
.

Tidak berhenti sampai disitu D'Ascanio memberikan akses terbuka untuk tempat duduk berpenumpang serta panel depan yang berfungsi untuk menjaga dari cipratan air. Dan hingga saat ini Desain D'Ascanio masih terpampang didalam tubuh Vespa yang menjadi ciri khas Vespa
.

Dan kini karya pertama D'Ascanio dalam menciptakan Vespa Piaggio telah masuk kedalam pameran Museo Piaggio, di kota Tuscan Pontedera, sekitar 15 mil dari menara Pisa.


sumber: detik
SHARE

About blogtronyok

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar