5 Fakta Tentang Game Pac-Man

Iwatani dan sketsa asli Pac-Man
Permainan Pac-Man mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Tetapi hanya sedikit yang mengetahui awal mula game ini diciptakan. Berikut adalah kutipan dari Iwatani, sang pencipta video game. 





1. Permainan ini ditujukan untuk menarik minat para wanita untuk ikut bermain
Untuk saat ini jumlah gamers pria sedikit lebih mendominasi bila dibandingkan dengan gamers wanita, akan tetapi sampai akhir tahun 70-an banyak tempat-tempat hiburan yang seluruhnya berisikan para pemain pria.
"Dahulu setiap orang yang ingin bermain game harus datang ke tempat hiburan khusus untuk bermain game, dan khusus ditujukan untuk para pria, tempatnya pun tidak terjaga kebersihannya serta kurang nyaman", kata Iwatani. "Saya ingin merubah hal tersebut, dan berusaha menciptakan permainan yang dapat diterima oleh wanita maupun anggota keluarga yang lain", tambahnya lagi.

2. Setiap hantu memiliki tugasnya masing-masing
Ketika kamu memainkan game ini, mungkin tampaknya seluruh hantu berusaha untuk mengejar kamu. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Iwatani tidak membuat pemrograman seperti itu, karena nanti pada saat bermain hanya akan terlihat empat hantu yang selalu terus berada di belakang Pac-Man.
Sebaliknya, hanya Blinky, hantu merah yang tanpa henti akan mengejar kamu sepanjang permainan. Pinky, hantu berwarna pink yang akan memposisikan dirinya 32 pixel dari mulut Pac-Man. Si hantu biru Inky, menempatkan diri pada posisi-posisi tertentu saja. Sedangkan Clyde adalah hantu oranye yang diprogram untuk bergerak secara acak selama permainan berlangsung.
Karena pemain secara terus-menerus menggerakkan Pac-Man, hantu-hantu tersebut pun selalu berubah arah dan berusaha untuk mencapai tujuan mereka, hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri dalam game Pac-Man.

3. Arti Pac-Man sebenarnya
Iwatani berpikir tentang sesuatu yang mungkin menarik perhatian para wanita, seperti cerita tentang para pria, fashion atau sesuatu yang berhubungan dengan makanan. Karena istrinya yang begitu suka akan makanan penutup lah, Iwatani mendapatkan ide untuk menciptakan permainan ini.
Tema tersebut dilanjutkan dengan pencarian nama permainan. Dalam bahasa Jepang, "puck-puck" mempunyai makna seperti "munch-munch" dalam bahasa Inggris. Jadi, nama asli Puck-Man diterjemahkan sebagai Munch-Man.
Midway Games perusahaan penerbit video game asal Amerika mengubahnya menjadi Pac-Man ketika game ini merambah ke negeri Paman Sam, hal ini bertujuan untuk menghindari perbuatan orang iseng yang memplesetkan kata Puck-Man.

4. Teka-teki yang belum terwujudkan
Pac-Man dirancang untuk menarik perhatian luas dari gamers melalui desainnya yang sangat sederhana. Keterbatasan teknologi di tahun 1980 memudahkan hal tersebut diwujudkan.
Sampai saat ini Iwatani sangat puas dengan hasil kerjanya, meskipun pada awalnya ada satu hal lagi yang ia ingin tambahkan dalam game ini.
"Saya ingin menambahkan shelter yang bisa bergerak ke atas dan ke bawah, jadi ketika hantu-hantu datang, shelter dapat menangkap dan merubah hantu itu menjadi bentuk lain yang tidak lagi mengejar Pac-Man", imbuhnya.

5. Seluruh hantu yang nyaris berwarna sama
Sungguh sulit membayangkan apabila game Pac-Man tanpa hantu-hantu yang berwarna cerah dan berbeda satu sama lain seperti saat ini. Tetapi ketika game itu dalam masa pengembangan, Iwatani mengatakan bahwa ia mendapatkan tekanan yang hebat untuk merubahnya.
Presiden dari perusahaan Namco memintanya untuk membuatkan hantu-hantu dengan satu warna, yaitu warna merah agar terasa lebih pas, karena beliau percaya para pemain game mungkin akan bingung membedakan antara hantu-hantu tersebut mana yang merupakan kawan ataupun lawan Pac-Man.
Iwata menolak permintaan tersebut, lalu membuat angket dan diberikan kepada para game tester yang berisi tentang pertanyaan apakah mereka menyukai hantu satu atau empat warna. Tidak ada satupun jawaban pada angket tersebut yang menyukai hantu dengan satu warna. Hal ini secara mutlak membuktikan bahwa pemikiran Presiden Namco salah.



SHARE

About blogtronyok

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar