Dilema Di Balik Kecanggihan Sinar-X

Sinar-X dipakai dalam dunia medis, juga dunia keamanan. Sinar-X sudah terbukti membantu, meskipun pada praktiknya mengandung berbagai bahaya.

Sinar-X memiliki gelombang yang pendek sehingga dapat membawa energi yang sangat banyak. Ketika manusia terkena sinar-X, terjadi radiasi pengion. Saat itu, elektron terlepas dari orbitnya, yakni mengelilingi inti atom. Saat terlepas, muncul ion yang dapat merusak atom-atom lain dalam sel. Kerusakan dalam sel itu dapat menyebabkan mutasi saat replikasi. Akhir cerita bisa berakhir buruk dengan munculnya kanker.

Untungnya, sel manusia punya kemampuan memperbaiki diri setelah terkena sinar-X dalam waktu singkat. Sayangnya, anak-anak lebih rentan terhadap radiasi ini. Sel pada anak-anak lebih sering membelah ketimbang sel orang dewasa, membuat anak-anak memiliki kemungkinan mutasi yang besar. Selain itu, efek radiasi bisa muncul akibat kumulasi eksposur.

Eksposur dapat dicegah. Ilmuwan sendiri sudah membuat cara agar eksposur yang terjadi sangat minimal pada saat tindakan tertentu.

Potensi sinar-X mulai muncul pada tahun 1895 oleh Wilhelm Röntgen. Ahli fisika asal Jerman itu meletakkan berbagai benda di antara katoda untuk plat yang dapat merekam gambar. Di antara berbagai benda itu, adalah tangan istrinya.

Ia ingin tahu bagaimana tangan istrinya terlihat ketika dikenai pada sinar misterius. Ternyata, gambar yang terekam pada plat adalah gambar tulang dan daging, mirip gambar sinar-X yang saat ini kita lihat. Gambar tangan Anna Berthe Röntgen, nama istri Röntgen, merupakan gambar yang pertama kali dihasilkan sinar-X. Nama "Röntgen" pun diabadikan sebagai nama untuk pemotretan dengan sinar-X.


sumber
SHARE

About blogtronyok

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar