Friday, May 27, 2011

Jerman Waspada Terhadap Keracunan Mentimun

http://blogtronyok.blogspot.com
Para pejabat kesehatan Jerman menyatakan mentimun yang diimpor dari Spanyol diduga sebagai sumber wabah keracunan yang menelan korban tiga orang meninggal. Selain korban meninggal, sekitar 140 orang sakit parah akibat terkena bakteri E.coli yang diduga berasal dari mentimun itu.

Pemerintah Jerman mendesak warga masyarakat mencuci semua sayuran segar sebelum dikonsumsi. Bakteri E.coli menyebabkan diare dan pada kasus ekstrem dapat menyebabkan anemia, kerusakan ginjal, stroke, dan koma. Dalam dua minggu terakhir, ada sekitar 350 kasus orang yang terkena bakteri ini.

Wabah ini pada khususnya menyerang pada wanita dan salah satu teori menyebutkan tersebar melalui salad yang terkontaminasi. Pemeriksaan medis belum menyebutkan penyebab kematian namun tiga korban meninggal adalah wanita, dua di antaranya berusia 80-an, dan yang ketiga berusia 24 tahun.


Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bakteri E.coli biasanya menyerang usus dan sebagian besar tidak berbahaya.
Mereka yang terkena bakteri biasanya karena konsumsi makanan, seperti daging mentah atau kurang matang, produk susu dan juga kotoran binatang di makanan dan air serta kontaminasi dalam persiapan penyajian makanan.

Reinhard Burger, kepala Institut Robert Koch yang mengawasi epidemi ini, mengatakan setiap tahun bakteri ini menyerang antara 50-60 orang. "Kami harus katakan bahwa kami perkirakan jumlah korban akan tinggi," kata Burger.

Sejauh ini, sebagian besar kasus tejadi di kawasan utara. Sekitar 200 di Schleswig-Holstein, 100 di Saxony, dan hampir 50 di Hamburg. Di Bremen, tempat korban termuda, pejabat kesehatan setempat mengatakan usia korban 24 tahun adalah sesuatu yang tidak biasa.

"Biasanya bakteri ini ditemukan di anak-anak dan kaum muda. Setiap tahun ada kasus seperti ini di Bremen dan lebih dari 80% di bawah usia 18 tahun," kata Werner Wunderle.


sumber

2 comments:

  1. waah, ngeri juga ya kalo kyk gitu . .

    maaf OOT, udah follow balik :)
    thanks yah . .

    ReplyDelete