Nikotin Berguna Untuk Mengatasi Masalah Obesitas

http://blogtronyok.blogspot.com/Para ilmuwan menemukan sistem syaraf di otak yang berfungsi untuk menekan nafsu makan perokok.

Dalam satu artikel di jurnal Science, para peneliti Universitas Yale, Amerika Serikat, menggambarkan uji coba pada tikus yang menunjukkan nikotin mengaktifkan syaraf dengan mengirim sinyal ke tubuh bahwa makanan yang dikonsumsi sudah cukup. Namun, syaraf ini bukan sistem yang sama dengan syaraf yang memicu kecanduan merokok.

Berdasarkan penelitian ini, para ilmuwan mengatakan perawatan dengan menggunakan nikotin dapat membantu menekan obesitas. Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Yale dan College Baylor di Houston melakukan penelitian molekul, farmakologi dan uji coba genetik pada tikus.

Mereka menemukan bahwa nikotin mempengaruhi sistem syaraf, yang disebut hypothalamic melanocortin system, dengan mengaktifkan syaraf penerima. Syaraf penerima ini kemudian meningkatkan aktifitas syaraf pro opiomelanocortin (POMC) yang mempengaruhi obesitas pada manusia dan binatang.

Marina Picciotto, peneliti senior dan profesor kejiwaan di Universitas Yale, mengatakan penelitian dapat bermanfaat. "Bayangkan, obat yang berdasar pada nikotin hanya dapat mempengaruhi sel yang dapat menghentikan nafsu makan dan tidak memicu kecanduan merokok," katanya.

Profesor Picciotto menyatakan pengaruh obat-obatan yang menggunakan nikotin ini akan terbatas. Karena, para perokok hanya bertambah berat sekitar 2,5 kg rata-rata bila mereka berhenti merokok. Uji coba klinik pada manusia diperlukan untuk meneliti efek samping pada tekanan darah.

Ia mengatakan: "Nikotin mungkin dapat memicu perokok yang takut berhenti karena khawatir bertambah berat badan."

Amanda Sandford, peneliti dari lembaga Action on Smoking and Health, mengatakan banyak yang sudah mengetahui bahwa nikotin murni dapat digunakan untuk menghentikan kebiasaan rokok. "Bila nikotin juga dapat digunakan untuk menangani obesitas, maka nikotin dapat digunakan untuk menangani dua masalah kesehatan masyarakat yang paling kritis saat ini," katanya.

sumber: republika.co.id

You Might Also Like

0 komentar