7 Komentar Kontroversial CEO Teknologi Dunia


blogtronyok - Persaingan berat harus dihadapi para pelaku industri teknologi sehingga tak jarang membuat mereka kehilangan kontrol saat berada di depan publik.

Lontaran pedas atau bahkan kontroversi kerap keluar dari sejumlah CEO teknologi saat sesi interview atau saat menjadi pembicara. Sejumlah media pun berhasil merekamnya. Berikut beberapa di antaranya:


1. Bill Gates Meremehkan Steve Jobs

"Apa yang tidak saya mengerti ialah, mengapa dia (Steve Jobs) mencoba menjadi CEO Apple? Ia tahu ia tak akan bisa menang".

Saat Steve Jobs memutuskan untuk kembali ke Apple di tengah tahun 90-an, banyak pelaku industri yang mengolok-oloknya, tak terkecuali Bill Gates.

Saat Gates melontarkan pernyataan di atas pada bulan Juni 1998, saham Microsoft berada di nilai USD 250 miliar, sedang Apple hanya di angka USD 7,25. Gates tentu sekarang menyadari kesalahannya. 14 tahun kemudian, Apple menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia dengan market cap sebesar USD 461 miliar.

2. CEO Microsoft Larang Anaknya Pakai iPod & Google

"Anak-anak saya, di banyak hal memang seperti anak-anak lainnya yakni suka berbuat nakal, namun setidaknya saya menerapkan ini pada mereka: Kamu tidak boleh memakai Google, juga iPod".

Pernyataan itu disampaikan Ballmer saat sesi interview dengan majalah Fortune pada tahun 2006. CEO Microsot ini dengan terang-terangan mengatakan ia melarang anak-anaknya memakai pemutar musik paling mumpuni sepanjang masa, dan memakai mesin pencari paling ampuh di dunia. Diketahui, Microsoft memang sempat melahirkan produk penantang iPod, yakni Zune yang dalam kenyataan ia gagal di pasaran.

3. Mark Zuckerberg Kurang Sensitif

"Seekor tupai mati di depan rumah bisa jadi lebih menarik perhatianmu sekarang daripada orang-orang yang meninggal di Afrika".

Penulis David Kirkpatrick melampirkan pernyataan bos Facebook tersebut di bukunya, The Facebook Effect. Saat itu Mark Zuckerberg tengah mendiskusikan mengenai konsep fitur News Feed. Banyak yang menyayangkan perumpamaan yang dikeluarkan Zuckerberg, mengingat Afrika memiliki angka kematian tinggi akibat kekeringan yang mereka derita selama hampir 60 tahun.

4. Eric Schmidt Menakut-nakuti Pengguna Google

"Kami tahu siapa Anda. Kami tahu di mana Anda berada. Bahkan, kami, sedikit banyak tahu apa yang Anda pikirkan".

Dalam ajang Washington Ideas Forum, CEO Google melontarkan kalimat yang membuat bergidik pengguna Google. Tim PR raksasa teknologi itu dibebani pekerjaan rumah yang berat setelah pernyataan Schmidt tersebut keluar.

5. Sony Ingin Gamer Berjuang Mati-matian untuk Konsol Mereka

"Kami ingin konsumen berpikir 'Saya akan bekerja habis-habisan untuk membelinya'".

Mantan CEO Sony Computer Entertainment Ken Kutaragi memiliki reputasi membuat pernyataan aneh dan absurd. Saat berbicara dengan situs ekonomi Toyo Keizai tentang gol PlayStation 3 yang seharga USD 1.000, ia mengatakan bahwa gamer harus rela bekerja lebih keras untuk mendapatkan konsol game mereka yang harganya selangit.

6. Klaim Berlebihan untuk Tablet PlayBook

"Saya berpendapat, kehadiran PlayBook mendefiniskan ulang apa yang seharusnya dilakukan sebuah tablet. PlayBook jelas-jelas memiliki performa yang lebih unggul dan Anda akan melihat hal yang lebih banyak".

co-CEO Jim Balsillie sangat percaya diri dengan tablet PlayBooknya di tengah kejayaan iPad. Sayang, agaknya klaim yang dilontarkan pada tahun 2010 lalu tersebut berlebihan. Pada kuartal pertama tahun 2012, hanya 500.000 tablet PlayBook yang dikapalkan, bandingkan dengan Apple yang menjual 15,43 juta iPad pada periode yang sama.

7. Jobs Mencemooh Ponsel Samsung

"Ponselmu adalah ide terbodoh yang pernah saya dengar".

Saat presiden ESPN Gerorge Bodenheimer mengenalkan dirinya ketika bersua dengan Steve Jobs di Orlando, Florida, ia tidak mendapatkan tanggapan hangat. Dilaporkan, Jobs hanya melihat Bodenheimer, mengatakan kalimat di atas, lalu pergi begitu saja. Saat itu Bodenheimer memakai ponsel Samsung model flip.

sumber: detik
SHARE

About blogtronyok

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar